PRAKARYA
Mata Pelajaran
Prakarya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat dalam
berbagai pengalaman apresiasi dan berkreasi untuk menghasilkan suatu karya yang
bermanfaat langsung bagi kehidupan peserta didik. Pembelajaran prakarya memfasilitasi
pengalaman emosi, intelektual, fisik, persepsi, sosial, estetika, artistik dan kreativitas
peserta didik dengan melakukan aktivitas apresiasi dan kreasi terhadap berbagai produk.
Kegiatan ini dimulai dari mengamati, mengidentifikasi potensi di sekitar peserta
didik, dan ekplorasi untuk diubah menjadi produk yang bermanfaat bagi kehidupan
manusia. Pembelajaran dirancang secara sistematis melalui tahapan mengamati,
meniru, memodifikasi, dan mengubah fungsi produk yang ada menuju produk baru yang
lebih bermanfaat. Secara substansi bidang prakarya mengandung empat aspek
meliputi Kerajinan, Rekayasa, Budidaya, dan Pengolahan. Adapun pengertian
prakarya adalah usaha untuk memperoleh kompetensi cekat, cepat dan tepat melalui
pembelajaran kerajinan, rekayasa, budidaya dan pengolahan dengan menggunakan
berbagai macam bahan, alat, teknik, dan ilmu pengetahuan serta teknologi yang
dilakukan dengan cara memanfaatkan pengalaman dan pelatihan.
1. Kerajinan
Sumber : Buku Guru Kemdikbut edisi revisi 2014
Kerajinan dapat
dikaitkan dengan kerja pikir dan tangan yang menghasilkan produk untuk
memenuhi tuntutan kebutuhan fungsional, dengan memperhatikan prinsip
ergonomis, estetis berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari. Kerajinan juga berkembang
menghasilkan produk untuk memenuhi kebutuhan fungsi berkaitan dengan
simbol budaya, kebutuhan tata upacara yang berkaitan dengan kepercayaan
(theory of magic and relligy), hiasan, dan benda fungsional yang dikaitkan dengan
nilai pendidikan pada prosedur pembuatannya.
2. Rekayasa
Rekayasa
dikaitkan dengan kemampuan teknologi dalam merancang, merekonstruksi,
dan membuat benda produk yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari
dengan pendekatan pemecahan masalah. Rekayasa adalah upaya proses konstruksi
penyambungan kayu, tali, plastik, kertas, dan lainnya untuk menghasilkan
produk yang kuat baik secara mekanik maupun elektronika harus dilakukan dengan
prinsip ketepatan, dan ergonomik agar aman dan nyaman digunakan.
3. Budidaya
Budidaya
berpangkal pada cultivation, yaitu suatu kerja yang berusaha untuk menambah,
menumbuhkan, dan mewujudkan benda ataupun makhluk hidup agar lebih
besar/tumbuh, dan berkembang biak/bertambah banyak. Kinerja ini membutuhkan daya
pikir dan perasaan seolah dirinya pembudidaya dan berpikir sistematis
berdasarkan teknologi dan potensi kearifan lokal.
4. Pengolahan
Pengolahan
artinya membuat, mengolah bahan dasar menjadi produk olahan jadi, yang
mempunyai nilai tambah hiegienis, rasa, estetis, dan ekonomis melalui teknik
pengolahan seperti: mengawetkan, memodifikasi, pengemasan, dan penyajian agar
dapat dimanfaatkan, serta didasari dengan kinerja pikir teknologis.
Sumber : Buku Guru Kemdikbut edisi revisi 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar